Senin, 04 Februari 2013

Rahasia Dibalik Jilbab Panjang Anissa

Kisah nyata ini dari kawan saya bekerja. Semoga kisah ini berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, juga bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan dst. Sahabatku menceritakan:



tkp-gila[dot]blogspot[dot]com

[imagetag]



Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.



Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: "Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita, malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om, sering jalan jalan, masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan ", bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis, lirih terdengar doanya: "Ya Allah , kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah ".



Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, (bukan Effendy Khoiri lhoo, entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.



Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku: "Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ?



"..hus aku jawab sambil lalu" kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya". Eehhh, tuuh anak benar benar datang ke rumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku, kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu, mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?



Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab yang panjang, rok panjang, lengan panjang. Aku sendiri tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib. Ku bilang ajaib karena dia berubah total.



Tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan, kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku, tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, sholat sunat nya, dan yang lebih menakjubkan lagi, bila teman ku datang dia menundukkan pandangannya. Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku..



Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: "Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya "..Tak dapat kutahan air mata ini…



Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya. Diary yang selalu dia tulis, diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar, hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku. Perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri. Disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :



Annisa : {Aku berguman, wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari) Ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.



Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.



Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?

Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.



Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.

Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.



Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin.

Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu.

Hijab lidah kamu dari berghibah (gosip) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT.

Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat.

Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk.

Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh.

Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.

Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.



Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.

Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.



Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.



Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita.

Ketika seluruh Nabi ketakutan.

Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya.



Pada saat itulah manusia baru tersadar, saat keringat karena rasa takut yang amat sangat luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.



Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah SWT. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!



Sampai disini aku baca diary nya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain mahramnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia-sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.



Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah SWT menerima Adikku di sisinya, Amin, Subhanallah.



Bapak-Bapak, Ibu-ibu, Saudara-Saudaraku, adik-adikku dan Anak-anakku yang dimuliakan oleh Allah SWT. Khususnya kaum hawa. Saya mengharap kisah nyata ini bisa menjadi iktibar, menjadi pelajaran bagi kita , bagi putri-putri kita semua. Semoga meresap dihati yang membacanya dan semoga Allah SWT senantiasa memberi petunjuk, memberi Rahmat, hidayah bagi yang membaca dan menghayatinya.



Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kita untuk menjalankan (memenuhi) segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa-apa yang dilarang-Nya, dan mendapat derajat takwa yang tinggi, selamat didunia sampai di akhirat nanti, mendapat pertolongan dan syafa'at di hari yaumul hisab dan mendapat surga yang tinggi, amien. Wallaahu a'lam bish shawab, billaahi taufik wal hidayah. Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.



Bila anda mau beramal saleh, sampaikan kisah diatas kepada muslimah yang lainnya, supaya menambah iman dan taqwa mereka, insya Allah.



Penulis : H.Muhammad Sukarman.

Jauhi Enam Golongan Yang Akan di Masukan ke Dalam Neraka Tanpa Hisab

Sahabat yang dirahmati Allah,
Allah S.W.T. telah menyediakan syurga untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa kepada-Nya, apabila mereka bertemu Allah S.W.T. di hari akhirat. Begitu juga Allah S.W.T. telah menyedikan neraka untuk hamba-hamba-Nya yang melakukan dosa dan tidak melaksanakan suruhan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kesemua manusia yang beriman  akan melalui hisab iaitu timbangan amal di atas dosa dan pahala yang telah dikerjakannya ketika di dunia. Tetapi amat malang terdapat 6 golongan manusia yang akan dimasukkan ke dalam neraka tanpa hisab di sebabkan dosa besar dan kemugkaran  yang mereka lakukan ketika di dunia.

Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah S.A.W bersabda maksudnya :
"Enam kerana enam akan dimasukkan ke neraka pada hari kiamat sebelum hisab (perhitungan amal) iaitu :
1. Kerajaan yang zalim
2. Orang yang fanatik (menyombongkan kebangsaannya)
3. Ketua kampung/pemimpin yang sombong.
4. Pedagang atau ahli perniagaan yang berkhianat.
5. Orang kampung yang kerana kebodohannya.
6. Dan ahli ilmu kerana hasad dengkinya."

Huraiannya adalah seperti berikut :

Golongan pertama : Kerajaan yang zalim.

Pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat dan diberikan amanah untuk mentakbirkan negara sekiranya ia melakukan kezaliman kepada rakyat dan tidak berlaku adil tidak akan dapat mencium keharuman syurga dan dimasukkan kedalam neraka sebelum hisab (perhitungan amal).

Ma’qil Ibnu Yasar r.a berkata “ Saya mendengar Nabi S.A.W bersabda maksudnya : “ Tidak ada seorang hamba yang Allah serahkan kepadanya untuk memimpin segolongan rakyat lalu ia tidak memelihara rakyatnya itu dengan menuntut dan memimpin mereka kepada kemaslahatan dunia dan akhirat melainkan tiadalah ia mencium bau syurga.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah S.A.W maksudnya : "Sebaik-baik pemerintah kamu adalah pemerintah yang kamu sayangi mereka, dan mereka menyayangi kamu. Kamu mendoakan ke atas mereka, dan mereka mendoakan ke atas kamu. (Adapun) Sejahat-jahat pemerintah kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pula benci kepada kamu, kamu melaknat mereka dan mereka melaknat kamu.Berkata (Auf), kami bertanya : Wahai Rasulullah, apakah boleh kami menyerang mereka dengan pedang ? Nabi menjawab : “Tidak boleh, selama mereka menunaikan solat.” (Hadis Riwayat Muslim)

Abdullah bin Mas’ud.Rasulullah S.A.W. bersabda maksudnya : “Sesungguhnya kamu akan melihat selepasku sikap (pemerintah) mementingkan diri dan kamu akan melihat perkara-perkara yang kamu ketahui ia mungkar (pada pemerintah). Mereka berkata: Apa yang engkau perintahkan kami (lakukan) wahai Rasulullah? Sabda baginda: Tunaikan untuk mereka hak mereka dan mintalah kepada ALLAH hak kamu.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Dalam realiti kita hari ini di dalam seluruh dunia Islam pemimpin negara Islam kebanyakkannya tidak berlaku adil kepada rakyat dibawah pemerentahannya. Selagi mereka tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah S.W.T. selagi itulah mereka  tidak akan dapat berlaku adil. Pemimpin kerapkali merampas hak rakyat, rasuah, menyalah gunakan dana kerajaan dan menagkap dan memenjarakan rakyat yang tidak berdosa tanpa dibicarakan di mahkamah terbuka. Para ulama yang bertanggungjawab menyampaikan dakwah kepada rakyat disekat dan dikenakan berbagai halangan dan sekatan sehingga rakyat yang dahagakan ilmu terbiar tanpa mendapat tarbiah dan kesedaran Islam.

Perkembangan terkini dua buah negara Arab yang mana pemimpinnya cukup zalim dan kejam, rakyatnya telah bangkit memberontak dan mengadakan tunjuk perasaan secara besar-besaran, yang satu telah jatuh dan menanti yang satu lagi bila-bila masa akan jatuh dibawah gelombang rakyat yang dahagakan keadilan dan kebebasan. Cuba kita bayangkan bagaimana zalimnya seorang pemimpin Islam sanggup menjadi 'budak suruhan' Yahudi laknatullah, saudara kita Palestin membawa makanan dan ubat-ubatan melalui trowong bawah tanah pihak tentera telah melepaskan gas beracun hinggakan mereka yang berada di trowong mati kerana sesak nafas. Tunggulah balasan Allah kepada mereka yang menzalimi saudara muslim yang tidak berdosa!

Para pemimpin pergerakan Islam di dua negara tersebut telah di tangkap dan diseksa dengan berbagai-bagai seksaan sedangkan mereka bukan penjenayah, mereka hanya menyampaikan dakwah untuk menyelamatkan umat daripada kejahilan dan kemurkaan Allah. Kebangkitan gelombang rakyat adalah suatu yang tidak dapat disekat lagi kerana rakyat memerlukan pemimpin yang adil , amanah dan pemimpin berhati rakyat.

Ingatlah wahai pemimpin umat Islam! Kedudukan kalian sentiasa dibawah pengawasan Allah! Andainya kalian adil , kalian akan mendapat naungan Arasy  di Padang Mahsyar nanti. Sebaliknya jika kalian zalim dan menindas rakyat maka kalian adalah golongan pertama akan di masukkan ke dalam neraka tanpa hisab kerana betapa besarnya dosa kalian disisi Allah S.W.T.

Golongan Kedua : Orang yang fanatik (menyombongkan kebangsaannya)

Islam melarang umatnya mengutamakan kemegahan atau taksub kepada sesuatu kaum/bangsa  dan sifat separti ini dipanggil memperjuangkan asabiyah.

"Seorang lelaki (ayah perempuan yang meriwayatkan hadis) bertanya: 'Wahai Rasulullah, adakah dianggap asabiyah puak orang yang sayang kepada kaum bangsanya?' Jawab baginda S.A.W : 'Tidak, tetapi asabiyah ialah apabila seorang itu menolong bangsanya kepada kezaliman". (Hadis Riwayat  Abu Daud, Ibn Majah dan sebagainya)
Imam Al-Munawi ketika mensyarahkan perkataan asabiyah lalu berkata:
“Iaitu membantu kezaliman…” (rujuk Aun Al-Ma’bud)

Dapat difahami bahawa sayang kepada bangsa sendiri  yang di amanahkan pula oleh Allah untuk menerajui Islam di negara ini tanpa melakukan penindasan kepada bangsa-bangsa lain adalah tidak di larang. Dalam masa yang sama sebarang kezaliman , kemungkaran dan kemaksiatan tetap dibenteras walaupun dilakukan oleh bangsa sendiri.

Maksud umum kepada asabiyah bukan setakat berlaku apabila pembelaan kezaliman kepada bangsa tetapi ia juga boleh berlaku apabila kezaliman yang dilakukan oleh kumpulan, puak, organisasi, keluarga, parti atau jamaah lalu dibela dan dipertahankan.

Dalam hadis yang lain Nabi S.A.W bersabda maksdnya : "Bukan termasuk kalangan ummatku orang yang mengajak pada asabiyah, dan bukan termasuk kalangan umatku orang yang berperang atas dasar asabiyah, dan bukan termasuk kalangan umatku orang yang mati atas dasar asabiyah." (Hadis Riwayat Abu Dawud).

Golongan Ketiga : Ketua kampung/ pemimpin yang sombong.

Sifat sombong adalah satu sifat yang amat dimurkai oleh Allah S.W.T. Tiada sebab manusia mesti sombong kerana sesuatu kekuasaan dan kekayaan kerana semuanya adalah milik Allah. Bila-bila masa sahaja Allah boleh menarik kesemua itu.

Dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi s.a.w., bahawasanya baginda bersabda yang bermaksud, "Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan."
Salah seorang berkata, "Sesungguhnya ada orang yang menyukai baju dan sandal yang bagus."
Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud, "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."
(Hadis Riwayat Muslim)

Seorang ketua kampung atau pemimpin dikawasan mukim tidak seharusnya dia bersifat sombong kerana tugas untuk memimpin kampung atau mukim adalah satu amanah bukan satu  keistimewaan dan boleh bermegah-megah.

Begitu juga orang kaya tidak sepatutnya merasa sombong bila melihat orang miskin. Mereka merasakan usaha mereka menjadikan mereka kaya sedangkan orang miskin adalah orang yang bodoh dan malas berusaha.

Firman Allah S.W.T. maksudnya : "Sesungguhnya Qarun adalah daripada kalangan kaum Musa. Namun dia bertindak melampaui batas terhadap mereka dan Kami telah anugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepada beliau,  'Janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri (sombong)' ” (Surah al-Qashash ayat 76)

Firman-Nya lagi yang bermaksud : "Dan (juga) Qarun, Firaun  dan Haman. Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan segala mukjizat yang jelas sebagai bukti kenabiannya , namun mereka tetap takabbur di muka bumi dan mereka tidak terlepas daripada azab perit Allah Taala".
(Surah al-Ankabut ayat 39).

Jauhilah sifat sombong kerana sifat ini akan menjadikan seseorang termasuk di dalam golongan ketiga akan masuk neraka tanpa hisab.

Keempat : Pedagang atau ahli perniagaan yang berkhianat.

Salah satu cara untuk mendapatkan harta dengan cara yang halal adalah dengan perniagaan.
Perniagaan adalah suatu kegiatan ekonomi yang amat dianjurkan Islam kepada umatnya. Ini kerana aktiviti perniagaan menjanjikan hasil pulangan berlipat ganda kepada peniaga yang berusaha bersungguh-sungguh.

Rasulullah S.A.W. pernah bersabda yang bermaksud: “9/10 (90%)  rezeki itu adalah datang daripada perniagaan.” (Hadis Riwayat Tirmizi)

Peniaga yang berniaga melakukan penipuan dengan menaikkan harga barang atau menyorok barang keperluan harian tanpa memilirkan kesusahan orang lain adalah dikira berkhianat dan menipu orang ramai.

Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud: “Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli dan membuat suatu kenyataan.” (Hadis riwayat Bukhari).

Tujuan perniagaan mengikut Islam sebenarnya ialah untuk memperbesarkan, memperpanjangkan dan memperluaskan aktiviti syariat dan dengan tujuan beribadah dan mendapat pahala yang banyak. Justeru di dalam perniagaan, hendaklah kita sentiasa mencari keredaan Tuhan dengan niat yang betul serta perlaksanaan yang betul.

Sekiranya seorang peniaga itu berkhianat atau menipu dalam perniagaannya, menipu timbangan atau mengurangkan spesifikasi yang telah ditetapkan sesuatu barangan/ pembinaan maka dia termasuk golongan keempat akan di masukkan kedalam neraka sebelum di hisab.

Kelima : Orang kampung yang kerana kebodohannya. ( Orang bodoh yang mempertahankan  kejahilannya)

Islam amat mengambil berat tentang keperluan menuntut ilmu, mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menyampaikan pula ilmu tersebut untuk di maanfaatkan oleh orang lain.

Nabi S.A.W.  bersabda yang maksudnya, ”Barangsiapa menuntut ilmu bererti menuntut jalan ke syurga”. (Hadis Riwayat Muslim)

Sesungguhnya orang yang berilmu adalah tidak sama dengan orang jahil (bodoh). Orang jahil yang melakukan maksiat dan membuat dosa, tidak akan terlepas seksaan Allah S.W.T di atas kejahiliannya kerana kemalasannya untuk menuntut ilmu. Pepatah ada mengatakan 'bodoh sombong'.

 Orang jahil jika dia memberi pendapat ia hanya berkata menurut fikiran logik sahaja dan mengikut hawa nafsu, dan keadaan ini amat berbahaya jika silap memberi komen bab agama boleh sesat dan menyesatkan orang lain.
Golongan kelima yang jahil ini akan di masukkan kedalam neraka sebelum hisab kerana kejahilannya.

Golongan Keenam : Ahli ilmu kerana hasad dengkinya.

Hasad atau dengki diertikan sebagai sifat seseorang yang tidak suka orang lain lebih daripadanya atau tidak suka orang lain mendapatkan kenikmatan Allah. Ia ingin nikmat itu hilang daripada orang lain. Perasaan dan sifat ini adalah sifat yang dimiliki oleh Iblis laknatullah betapa dia cukup irihati kepada Nabi Adam a.s. dan anak cucunya.

Hasad dengki yang paling membahaya adalah apabila ulama menaruh hasad dengki kepada ulama yang lain. Apabila seseorang itu di gelar alim ulama maka dia adalah seorang yang berilmu dan mengetahui dosa dan pahala.

Dalam sejarah umat Islam yang terdahulu seorang ulama Islam yang besar Imam Abu Hanifah telah difitnahkan oleh beberapa ulama dizamannya. Mereka menaruh hasad dengki kepada beliau kerana ilmunya yang luas dan ramainya anak murid yang mengikuti pengajiannya. Fitnah yang mereka lemparkan keatas beliau hingga pemerentah masa itu telah memasukkan beliau masuk kedalam penjara. Tetapi dengan izin Allah, Allah S.W.T. membantu hamba-hamba-Nya yang dianianya dan Abu Hanifah dapat buktikan bahawa segala tuduhan dan tohmahan tersebut adalah fitnah semata-mata dan beliau dibebaskan.

Dari Abu Yazid Usamah bin Zaid bin Haritsah r.a yang berkata, "Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda yang bermaksud : 'Seseorang didatangkan pada hari Qiyamat, lalu dilempar ke Neraka. Maka keluarlah isi perutnya. Dengan isi perut yang keluar itu ia berputar-putar seperti himar yang mengitari porosnya. Para penghuni neraka berkumpul di dekatnya, seraya mengatakan, 'Wahai si Fulan! Apa yang terjadi padamu? Bukankah (dulu) kamu memerentah kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar?' Ia menjawab, 'Ya, memang dulu aku memerintahkannya kepada yang makruf , namun aku tidak melaksanakannya dan mencegah dari yang mungkar, namun aku melanggarnya'."
(Hadis Riwayat Muttafaq Alaih)

Biasanya ulama yang memiliki sifat hasad dengki adalah ulama dunia, ulama yang mementingkan diri sendiri dan tidak mahu menyatakan kebenaran kepada pemimpin zalim walaupun kezaliman itu terang-terangan berlaku dihadapan matanya. Ulama seperti ini akan masuk neraka tanpa hisab dan dia lebih dahulu masuk neraka daripada penyembah berhala .

Sahabat yang dimuliakan,
Marilah sama-sama kita menjauhkan diri daripada enam golongan yang masuk neraka tanpa hisab seperti huraian di atas. Orang yang paling berbahagia adalah golongan yang masuk syurga tanpa hisab seperti para Nabi dan Rasul dan para syuhada dan mereka yang benar-benar beriman, bertakwa dan bertawakkal kepada Allah S.W.T. bukannya golongan yang masuk neraka tanpa hisab.
 
 
Sumber : abubasyer.blogspot.com